Belajar Produksi di Pabrik Teh Poci

Variasi pembelajaran diperlukan bagi siswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan, salah satunya tentang aplikasi ilmu yang sudah dipelajari di sekolah untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada materi proses pembuatan suatu barang, siswa-siswi kelas 5 SDIT Usamah diajak berkunjung dan belajar langsung ke Pabrik Teh Poci yang berada dibawah naungan PT. Gunung Slamat, Slawi, Kab. Tegal.

Dipandu oleh Kak Ezat, siswa-siswi yang berada di auditorum dijelaskan mengenai sejarah penemuan teh dan penyebaran teh di dunia. Selain itu dijelaskan sejarah berdirinya pabrik Teh Poci dan proses produksi teh dari dipetik di perkebunan lalu pengeringan, pewangian, hingga pengemasan siap didistribusikan.

Siswa-siswi tampak serius memperhatikan penjelasan Kak Ezat. Diselingi tepukan meriah saat mengetahui perkembangan alat-alat tradisional produksi teh yang sekarang telah berubah menjadi alat-alat modern yang diimpor dari Eropa. Dan apresiasi dari anak-anak juga terlihat saat disampaikan teh poci diproduksi tanpa bahan pengawet dan dijamin kehalalannya.

Setelah mendengar penjelasan di ruang auditorium, siswa-siswi diajak berjalan-jalan keliling pabrik, mengamati masing-masing bagian produksi. Di ruang pengemasan teh manual siswa-siswi dapat berinteraksi langsung dengan pegawai pabrik. Masing-masing pegawai dapat mengemas teh kurang lebih 1.500 kemasan setiap harinya.

Pabrik teh Poci menampung lebih dari 2.000 pegawai. Pabrik yang dirintis oleh Bapak Soegiharto Sosrodjoyo ini memiliki prinsip TerUJi, singkatan dari Terencana, Ulet, Jeli dan Iman yang merupakan langkah-langkah yang dipakai oleh beliau dalam menghadapi segala masalah dan tantangan hidup, termasuk membesarkan pabrik teh yang telah berdiri sejak tahun 1940an ini.

Selain berkunjung ke Pabrik Teh Poci, siswa-siswi kelas 5 diajak berkunjung ke Ria Cake, yang merupakan tempat produksi roti dengan berbagai variasi. Dalam Fun Cooking Class, siswa diterangkan cara membuat roti berbagai varian dari mulai bahan-bahan dasar hingga dihias dengan berbagai bentuk dan topping. Kemudian dilanjutkan belajar membuat berbagai variasi roti seperti roti pie, donat dan mini tart.

Dalam kesempatan tersebut, siswa-siswi juga dikenalkan pada profil Yayasan Keluarga Sejahtera Manunggal yang menaungi Ria Cake. Dalam profil tersebut nampak perhatian sisi sosial dari pemilik Ria Cake, yaitu dengan mendirikan panti asuhan dan Sekolah Luar Biasa yang menampung anak-anak dari keluarga prasejahtera. Bahkan siswa-siswi SDIT Usamah berinteraksi langsung dengan salah satu alumni SLB, yaitu Mas Alfin, seorang tunarungu dan tuna wicara yang kini juga menjadi pegawai di Ria Cake. Anak-anak diajak belajar huruf alfabet dalam bahasa isyarat. Selain menyediakan lembaga pendidikan formal, ternyata siswa-siswi SLB tersebut diarahkan untuk memiliki skill sehingga mampu hidup di masyarakat umum.

Harapannya selain mendapat ilmu pengetahuan dan wawawan sesuai yang telah dipelajari di sekolah, siswa-siswi SDIT Usamah mampu belajar langsung dari kehidupan, belajar dari orang-orang yang telah berhasil dan mampu memberikan manfaat bagi orang-orang disekitarnya.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?