MEMBUMIKAN KARAKTER RAMADHAN

 Happy-Ramadan-kareem-ramazan-mubarak-arabic-calligraphy-english-vector-clip-arts-18-590x590Ramadhan merupakan bulan yang istimewa di setiap sanubari hamba-hamba Allah SWT yang mengimaninya.Dimulai dari tampilan suasananya yang khas di setiap kedatangannya. Kita bisa menikmati pagelaran para pegiat ronda keliling yang membangunkan orang untuk makan sahur (biasanya terdiri dari anak-anak dengan membawa alat bunyi-bunyian ), Kuliah subuh yang meluber sampai keemperan masjid dan mushola ( walaupun sering terjadi hanya di lima belas hari pertama ), Kuliah subuh dan kuliah dhuha yang menjamur di mana-mana, lantunan bacaan-bacaan suci kalamullah yang selalu “gemrenggeng” dari waktu ke waktu. Belum lagi suasana sore “ngabuburit” berburu panganan untuk acara berbuka puasa sambil menantikan raungan sirine sebagai tanda adzan maghrib akan segera berkumandang. Kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya dan tarawih secara berjama’ah melengkapi kegiatan Ramadhan dari hari kehari.

“ Hai orang- orang yang beriman!, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa “ QS. Al Baqarah : 183
Ramadhan esensinya adalah penggemblengan jiwa bagi orang-orang yang beriman. Mengapa yang diseur hanya orang – orang yang beriman ?ya..! karena hanya mereka yang beriman sajalah yang bisa melaksanakan titah suci ini. Hanya mereka yang siap, mau dan mampu untuk menjalani semua aturan main dalam pelaksanaan ibadah suci ini agar berhasil meraih posisi tertinggi ,derajat paling mulia di strata jagat kemanusiaanya itu gelar taqwa.

Di dalam pelaksanaan shoum Ramadan kita dilatih untuk mengendalikan syahwat – syahwat dasar manusia. Mulai dari syahwat perut yaitu tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga matahari terbenam, syahwat di bawah perut yaitu tidak melakukan “ hubungan suami istri “ dari waktu subuh sampai waktu magrib tiba dan syahwat – syahwat lain nyadari yang kelas rendah sampai kelas tinggi. Ramadhan melatih kita untuk senantisa menjaga kesucian mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan anggota badan yang lain untuk tidak melakukan hal – hal yang dilarang oleh agama.
Dari sekian treatment – treatment di bulanRamadhan diharapkan bisa membentuk sifat dan sikap yang membumi serta mengakar di luar bulan – bulan Ramadhan
1.    Sabar
Kesabaran dalam dimensi yang luas. Sabar untuk mencari yang halal saja dalam member nafkah keluarga. Sabar menunda kesenangan sampai batas waktunya tiba. Sabar menahan gejola kemosi dan nafsu amarah. Sabar dalam bermuamalah dan berinteraksi sosial, pendek kata sabar dalam segala hal di setiap lini kehidupan
Jadikanlah sabar dan shalat sesuatu yang membantu kalian. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ . (Al-Baqarah: 45).
2.    Menghargai waktu
Dengan memperhatikan waktu-waktu yang mustajab dimana ketika itu baik do’a maupun amalan diistijabah oleh Allah SWT. Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk memanfaatkan waktu sebaik – baiknya dengan memperbanyak amal –amal sholih yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun sesama. Menggunakan waktu seefektif mungkin dengan amalan dan karya cerdas.
“ Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS.Al ‘Ashr 1-3)
3.    Sikap empati
Mampu melenyapkan ego dan kepentingan pribadi. Karena hidup bukan melulu tentang apa yang bisa kita penuhi untuk diri sendiri tapi hidup adalah bagaimana membawa manfaat sebesar – besarnya buat orang lain, “Khoirunnas anfa’uhum linnaas “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Haditsdihasankan oleh al-Albani di dalamShahihul Jami’ (no. 3289).
4.    Visioner
Ramadhan mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu punya tujuan jangka panjang yang harus sungguh – sungguh kita perjuangkan untuk mencapainya
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikanapa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr [59] : 18)
5.    Berusaha memantaskan diri menjadi manusia terpilih
Adalah merupakan sunatulloh bahwa hidup di dunia membutuhkan perjuangan untuk tetap eksis.
Pun dalam‘ dunia kebaikan “siapa saja yang ingin bertahan di dalamnya maka perlu istiqomah seperti halnya dalam puasa Ramadhan kita, kita dibimbing dan dilatih agar dapat menjadi  orang – orang pilihan yang akan memasuki surga-Nya melalui pintu Royyan

Sesungguhnya di surge ada suatu pintu yang disebut “arrayyan“.  Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Makna orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152)
‘Ala kulli hal diharapkan perilaku – perilaku tersebut bisa menjelma menjadi sebuah karakter kepribadian seorang muslim yang  kaffah yang bisa menebarkan rahmat keseluruh alam. Islam Rahmatanlil ‘alamiin.
Allah SWT menyediakan satu bulan penuh yaitu bulan Ramadhan untuk merehabilitasi dan meng up grade karakter manusia menuju kepada penghambaan yang sempurna. Teramat sangat rugi apabila Ramadhan ini tidak menjadikan diri kita bertambah sholih dalam berkarakter ,tidak bertambah banyak amal baiknya dan tidak menimbulkan rasa dan kesadaran diri sebagai seorang ‘hamba’
Semoga dalam perjalanan menuju penghujung Ramadhan kita bisa mendapatkan bekal yang cukup paling  tidak untuk satu tahun kedepan dan semoga pula kita masih bisa bertemu Ramadhan berikutnya.
Wallahua’lambishshowab

Ditulis oleh: Eliyati, A.Md. (Kepala TPA & KBI Usamah)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?