Menjalin Ukhuwah di Sekolah

gambar-kartun-muslim-anak-anakSekolah merupakan salah satu tempat sebagai wadah untuk memberikan pendidikan bagi anak.  Bagi  orang tua, ada sisi lain yang bukan hanya sekedar mereka menitipkan pendidikan bagi putra – putrinya saja akan tetapi banyak yang bisa diperolehnya. Sebagai contoh sekolah mengadakan program parenting yang tujuannya sebagai ajang pendidikan bagi orang tua tentang bagaimana cara mendidik anak. Banyak program lain yang difasilitasi sekolah, antara lain:

  1. FFd (Family Fun Day), kegiatan ini bertujuan untuk menjalin ukhuwah antara walimurid dan ustadzah. Kegiatan ini biasanya dikemas dalam bentuk games yang bisa mengakrabkan peserta.
  2. Buka bersama / HBH POMG, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengeratkan ukhuwah sesama walimurid yang tak lupa juga sebagai ajang mencari ilmu, karena pada acara tersebut selalu ada tausiyah.
  3. Pertemuan Wali Keluarga, meskipun tujuan utama pertemuan ini adalah sebagai ajang sosialisasi / informasi sekolah dan sharing perkembangan siswa tetapi jauh dari itu terselip nilai ukhuwah yang tinggi antara sesama walimurid dan guru. Orang tua dalam satu keluarga tersebut biasanya akan saling mengenal lebih jauh.

Ada juga forum sebagai wadah silaturohim antara walimurid dan guru yang kami namakan POMG atau Persatuan Orang Tua murid dan Guru, yang keperungusannya dipegang oleh walimurid yang terdiri dari pengurus inti dan koordinator masing – masing keluarga.Sebanarnya masih banyak program lain yang bekerjasama dengan walimurid, hanya saja tidak semua walimurid berperan aktif tetapi hanya beberapa saja, misalnya kegiatan qurban& akhirussanah.

Yang sedang kami rintis adalah program halaqoh bagi walimurid yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan tholabul ilmi khususnya bagi mereka yang ingin mengkaji islam lebih mendalam. Sejauh ini sudah terbentuk sekitar 8 kelompok. Pembentukan kelompok ini secara acak, artinya 1 kelompok tidak hanya 1 keluarga sendiri akan tetapi berbaur dengan keluarga lain.

Disini mereka yang tadinya belum mengenal sama sekali akhirnya menjadi sebuah persaudarakan yang mengikat hati mereka. Lambat laun halaqoh ini bukan lagi menjadi hal yang memberatkan tetapi menjadi sebuah suplemen rukhiyah yang mereka butuhkan. Jadi ketika mereka berhalangan hadir akan merasa ada sesuatu yang kurang yang akan mereka rasakan.

Seperti halnya yang pernah saya dengar dari walimurid yang mengatakan jika mereka tidak hadir liqo mereka merasa kehilangan pahala silaturohim, tidak dapat ilmu dan tidak berbincang dengan para sohib mereka. Alhamdulillah program ini sangat disambut baik oleh walimurid dengan indikasi setiap tahun terbentuk kelompok – kelompok liqoat baru. Kami tidak membatasi siapa saja yang mau ikut dan sampai sekarang masih menampung jika ada kelompok – kelompok baru lagi.

Mereka mengaku tidak hanya putra putrinya saja yang mendapat pendidikan tetapi orang tua juga diberikan fasilitas untuk menuntut ilmu. Semoga selalu mendapatkan kebaikan – kebaikan dalam semua kegiatan.

Artikel ditulis oleh Ustadzah Tuti Ernawati, S.H.I ( Kepala PAUD IT Usamah 2)

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?