Merajut Kemandirian di Buper Sikucing

Sikucing Moga, Pemalang 5 – 7 Oktober 2017 telah dilaksanakan Perkemahan Ukhuwwah Daerah (Kemda) JSIT(Jaringan Sekolah Islam Terpadu) Korda Pekalongan tingkat SD dan SMP. Perkemahan yang disebut dengan perkemahan ukhuwah ini menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter kemandirian siswa.

Seluruh peserta sangat antusias mengikuti perkemahan ukhuwah tersebut, tidak terkecuali delegasi SDIT Usamah yang tetap semangat dari awal sampai akhir acara. Hal ini ditunjukan dengan tetap ikut sertanya siswa meskipun diguyur hujan dua kali. Tidak hanya itu, anak-anak yang tetap semangat dan optimis mampu beradaptasi dengan alam.

Berbagai kegiatan yang diadakan salah satunya,Wedangan Grup. Para peserta dipersaudarakan dengan siswa lain dari berbagai kelompok yang ada, dimana anggota kelompok diacak dengan kelompok yang lain dengan tetap memisahkan kelompok lelaki dan perempuan dan menjalani aktifitas bersama selama satu malam. Mereka menjalani aktifitas, seperti: ta’aruf, sholat berjamaah, makan bersama dan saling bertukar souvenir.

Keesokan harinya mereka kembali ke kelompoknya masing-masing dan melanjutkan kegiatan selanjutnya. Sesuatu yang menarik salah satunya para peserta disuguhi “One Day No Rise” dimana dalam satu hari mereka disuguhi makanan selain beras, para siswa SDIT Usamah memanfaatkan ubi, kentang, dan jagung sebagai pengganti nasi.

Kegiatan malam jum’at mereka isi dengan api unggun dan penampilan haflah. Api ungun pun menjadi ajang uji kreatifitas anak anak. Disini anak menampilkan pentas seni sesuai dengan

kemampuan dan latihan di sekolahnya masing-masing. Setiap kelompok menampilkan kebolehannya menampilkan pertunjukkan. Bukan untuk bersaing melainkan lebih kepada memeriahkan malam api unggun. Banyak yang patut dibanggakan dan mendapat apresiasi dari semua pihak yang biasanya disukai oleh guru.

Guyub, rukun dan saling gotong-royong terlihat dari mereka. Ukhuwwah yang tercipta begitu terasa dan membekas di hati para peserta Kemda. Tidak hanya itu siswa SDIT usamah mampu menyabet juara II lomba masak.

Banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh. Setiap peserta di masing-masing kelompok mendapat kesempatan yang berbeda untuk memperoleh ilmu di pos yang berbeda diantara : mereka belajar tentang Peraturan Lalu Lintas yang disampaikan oleh jajaran Polres Pemalang, halang rintang, Jurnalistik, ke-DAMKAR-an dan mengunjungi Perkebunan Teh Sumugi. Di perkebunan teh, para peserta belajar tentang pembibitan teh, memahami jenis-jenis teh hingga proses pengolahan menjadi teh siap pakai di pabriknya tidak jauh dari perkebunan.

Berbagai aktifitas selama perkemahan begitu berkesan bagi para peserta. Dari awal kegiatan hingga akhir meninggalkan kesan yang begitu mendalam tentang arti kebersamaan, berbagi, dan kerjasama. Lelah fisik selama kegiatan berlangsung tidak lagi terasa karena kebahagiaan hati bertemu teman-teman baru dari sekolah di kota yang berbeda yang kini menjadi saudara. Berbagai wawasan yang didapat yang diharapkan mampu menjadi bekal dalam menjalani kehidupan mendatang, mendewasakan diri menjadi insan yang unggul dan berakhlaqul karimah.[]

Ditulis oleh: Ustadz Zaenul Faqih, S.Pd.(Pendidik SDIT Usamah)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?