Quantum Ramadhan: Metamorfosa Santri Menjadi Insan Mulia Di Sisi Allah SWT

Tilawah bersama (kegiatan Quantum ramadhan)Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan memperbanyak ibadah dan menahan diri dari segala perbuatan dosa. Agar seorang Muslim dapat bermetamorfosa meningkatkan nilai diri di hadapan Allah SWT,sehingga layak menyandang predikat orang yang bertakwa. Momentum ini sangat tepat untuk membentuk karakter remaja Muslim sebagai penerus perjuangan dalam menegakkan kalimat Allah SWT di muka bumi. Oleh karena itu, SMP IT Usamah Boarding School memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk menyelenggarakan kegiatan pesantren Ramadhan “Quantum Ramadhan”.

Quantum Ramadhan” merupakan sarana santri SMP IT Usamah Boarding School dan remaja Alumni SD IT Usamah maupun remaja Kota Tegal pada umumnya bermetamorfosa menjadi insan yang mempunyai kedudukan mulia di hadapan Allah SWT.  Dengan kegiatan yang berfokus pada pembinaan Tahsin, Tahfidz, Aqidah dan Akhlak, serta Public Speaking menjadi wahana membentuk kepribadian Muslim, sehingga santri siap menjadi sosok yang mampu berkontribusi untuk mewujudkan masyarakat yang Islami.

Quantum Ramadhan diisi kultum yang disajikan setiap Shalat Tarawih dan Bakda Shalat Shubuh. Setiap santri menerima tugas ini dengan sangat antusias. Dipandu oleh Ustadz Nurcholis,S.Pd.I. setiap santri menyusun teks kultum sesuai dengan tema favorit masing-masing. Ada yang menyusun teks tentang keutamaan Ramadhan, syarat dan rukun puasa Ramadhan, Nuzulul Qur’an, Lailatul Qadr dan tema lain yang berhubungan dengan Ramadhan.

Tahsin, salah satu program untuk memperbaiki dan memperbagus bacaan Al-Qur’an. Dipandu oleh para Musyrif dan Musyrifah, santri putra dan putri memperbaiki dan memperbagus bacaan di ruang kelas masing-masing secara terpisah. Dilanjutkan dengan Tilawah, menghafal dan muraja’ah hafalan Al-Qur’an . Dalam sehari santri mampu tilawah Al-Qur’an hingga 9 Juz. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Setiap santri berlomba-lomba untuk mendapatkan rekor terbanyak dalam tilawah.

Sungguh suasana yang sangat indah. Fastabiqul Khairat, Belomba-lomba dalam kebaikan. Siang hari setelah dzuhur diisi dengan istirahat atau tilawah. Tidak ada perbincangan yang dilakukan santri kecuali sangat penting. Sehingga santri terkondisikan untuk senantiasa berkata yang baik atau diam. Waktu-waktu kosong digunakan untuk tilawah atau berdzikir kepada Allah SWT. Waktu pagi dan sore hari mereka isi dengan dzikir Al-Matsurat. Dibaca lembar demi lembar dengan tartil sehingga seluruh santri hanyut dalam suasana khusyuk. Shalat Sunnah pun tidak tertinggal untuk dikerjakan, setiap hari, Shalat Sunnah Rawatib, Tahajjud dan Dhuha. Santri sudah terbiasa melaksanakan Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba’diyah Rawatib, baik yang Sunnah Muakaddah maupun Ghairu Muakaddah.

Hal yang tidak kalah menyenangkan adalah saat berbuka puasa, satu persatu santri mengambil makanan secukupnya dengan posisi duduk melingkar. Dengan dipimpin oleh petugas piket, santri berdo’a sebelum makan. Santri menyantap makanan dengan lahap sambil sesekali  berbincang sekedarnya tanpa menimbulkan kegaduhan. Ukhuwwah yang terjalin kian erat. Suasana makan bersama seperti inilah yang selalu santri rindukan. Terutama saat Musyrif Pondok mengagendakan makan berjama’ah dalam satu nampan. Makanan yang tidak terlalu banyak tapi terasa cukup untuk semua  yang ada dalam lingkaran. Keberkahan makanan dan ukhuwwah yang erat begitu terasa. Semoga Allah menyatukan hati-hati santri hingga di jannahNya nanti.

Waktu Ashr diisi dengan pemberian materi untuk meningkatkan pengetahuan, keimanan dan ketakwaan santri. Adapun materi yang diberikan diantaranya Ikhlasun Niyah, Keutamaan Al-Qur’an, Public Speaking, Remaja Muslim di Era Modern, Adab Penuntut Ilmu, Ramadhan Penguat Aqidah, Keutamaan Penghafal Al-Qur’an, serta Motivasi Ramadhan.

Begitu indah ukhuwwah yang terjalin diantara santri. Semangat fastabiqul khairat, watawa shaubil haq watawa shaubishshabr menghiasi hari-hari santri Usamah Boarding School Kota Tegal. Semoga ukhuwwah ini tetap terjaga hingga dipertemukan kembali di surga. Jika pun ada diantara santri yang tidak ditemui di surga, maka carilah dan mintalah kepada Allah SWT agar berkenan membawa saudara yang senantiasa membaca, menghafal dan mengkaji Al-Qur’an bersama, shalat bersama, sahur dan berbuka puasa bersama, masuk dan berkumpul kembali di Surga Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. []

Ditulis oleh: Ustadz Sujimanto, S.Pd. (Guru SMP IT Usamah)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?