SMP IT Usamah Adakan Sosialisasi Pencegahan Perundungan

Perundungan atau yang sering disebut bullying kini marak terjadi khususnya pada anak-anak. Bullying. sudah menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan. Hal ini tentu saja menjadi kecemasan tersendiri bagi orang tua dan  guru. Kekerasan yang terjadi acap kali terjadi begitu saja tanpa disadari. Hal itu terjadi dikarenakan masih rendahnya pemahaman tentang dampak dari perundungan yang sangat berpengaruh terhadap psikis korban. Hal ini yang melatarbelakangi SMP IT Usamah mengadakan Sosialisasi Program Pencegahan Perundungan ( bullying.).

Senin (18/10) bertempat di Aula Yayasan Ribathul Ukhuwah, agenda diadakan dengan menghadirkan seluruh peserta didik dari kelas VII hingga IX. Materi mengenai perundungan disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Sitti Hartinah DS, MM. yang merupakan dosen senior Bimbingan dan Konseling Universitas Pancasakti Tegal. Beliau menyampaikan materi mengenai konsep dasar dan dampak perundungan pada anak serta deteksi dini dan penanganan di lingkungan sekolah. Materi disampaikan dengan sangat detail, tak jarang peserta didik antusias saat narasumber menyampaikan materi.

“Anak-anakku, bullying itu sangat berbahaya dan dapat menimpa siapa saja. Tetapi kita bisa mencegahnya, selain itu kita juga bisa menjadi up stander atau yang bisa menjadi penyemangat buat teman atau saudara kita yang terkena bullying. Bullying itu sangat jahat, karena dapat merusak masa depan si korban. Jadi, stop bullying!” jelas Prof. Hartinah.

Kepala SMP IT Usamah Nurcholis, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan sosialisasi ini adalah kegiatan yang luar biasa. Akan banyak materi yang kalian dapatkan terlebih lagi narasumber kita adalah orang yang sangat berkompeten. Ustadz Nur sangat bangga jika anak sholih dan sholihah semua bisa mengikuti sosialisasi ini dengan baik, antusias, serta mampu menyerap semua ilmu-ilmu yang disampaikan oleh narasumber. Manfaat moment ini dengan sebaik-baiknya.”

“Dengan mengikuti agenda sosialisasi ini saya menjadi termotivasi untuk mengurangi tindakan bullying dan bisa mengetahui bagaimana kedepannya jika melakukan bullying dan apa pengaruhnya. Semoga dengan sosialisasi ini bisa membuat volume perundungan di sekolah semakin menurun atau bahkan hilang. Serta untuk para guru harus bisa menerapkan sistem hukum yang lebih ketat dan adil lagi agar anak-anak tidak melakukan perundungan di sekolah,” ungkap Muhammad Ghozyan Arif setelah mengikuti sosialisasi.

Perundungan biasanya bertahan dikarenakan pemakluman dari kelompok masyarakat terhadap suatu tindakan perundungan tanpa memikirkan dampak psikologis yang diterima oleh korban. Sekolah harus memberantas perundungan dan kekerasan baik yang dilakukan oleh kakak kelas, adik kelas, teman sebaya dan guru di kelas.

Program pencegahan perundungan ini bertujuan untuk menerapkan disiplin positif sebagai cara yang dirancang untuk mengajarkan peserta didik agar bertanggungjawab atas tindakannya dengan tetap menghormati diri sendiri dan orang lain, pemberian hukuman secara disiplin positif, dan integrasi disiplin positif dalam proses belajar di kelas. Hal ini bermanfaat untuk menciptakan SMP IT Usamah sebagai sekolah anti perundungan atau bullying.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?