TAQIYYAH FAIRUZUL JINAN JUARA 2 FSL2N BERCITA-CITA JADI HAFIDZ QUR’AN

Taqiyyah Fairuzul Jinan yang akrab dipanggil Qiyya merupakan siswi kelas 4 SDIT Usamah. Siswi yang berumur 9 tahun ini dikenal sebagai anak yang ramah dan memiliki multitalent. Siswi yang lahir pada tanggal 25 Februari 2012 dari pasangan Arditya Hasan,S.E. dan Diani,S.Pd. ini memiliki banyak bakat diantaranya menulis, membaca puisi, menganyam, dan bercerita atau pidato. Ayahnya sebagai seorang PNS di KPKNL Kota Cirebon, dan ibunya yang menjadi Humas YRU-SIT Usamah selalu mensupport aktivitas putrinya selama aktivitas tersebut bernilai positif.

Qiyya yang sejak kelas 1 selalu masuk dalam deretan siswa yang mendapatkan peringkat kelas. Karya puisinya pernah dimuat di majalah anak Adzkia, dan Qiyya sudah menerbitkan cerita pendek dalam buku antologi Ceritaku Ceritamu bersama 45 penulis cilik lainnya di Komunitas Wong Indonesia Nulis (WIN). Qiyya pernah tampil mendeklamasikan puisi “Bunda Baca” dihadapan Bapak dan Ibu Walikota Tegal pada saat Pengukuhan Bunda Baca Tegal tahun 2019. Siswa yang memiliki minat literasi itu memiliki cita-cita menjadi dokter spesialis anak, penulis dan hafidz Qur’an. Bakat menulisnya didukung orangtuanya dengan ikut Kelas Menulis Anak Tegal yang dibimbing oleh Pak Sutono, Ketua FLP Kota Tegal.

Selain memiliki hobi menulis, Qiyya juga giat menghafalkan Qur’an. Siswa yang memiliki syahadah hafalan juz 30 pada kelas 2, saat ini masih melanjutkan hafalannya juz 29. Qiyya adalah sosok anak yang selalu menerima tantangan, setiap kali diberi kesempatan ikut berkompetisi, akan diterimanya. Siswa yang merupakan anak sulung dari 3 bersaudara tersebut pernah mendapatkan berbagai prestasi diantaranya Juara 3 Lomba Kreativitas Playdough tahun 2018, Juara III Cerita Islami Classmeeting SDIT Usamah 2019, Juara 2 Mewarnai TBM Sakila Kerti 2019, Piala Bronze Kumon Advanced Student of English tahun 2020.

Pada kompetisi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021 cabang Kriya Anyam, Qiyya mendapatkan Juara 2 tingkat Kota Tegal dan kemudian melaju ke tingkat Propinsi Jawa Tengah. Dengan waktu latihan yang kurang dari satu bulan, dibawah bimbingan Bapak Fachrul, alhamdulillah ketekunan dan semangatnya berlatih mampu membuahkan hasil yang patut dibanggakan.

“Lomba Kriya Anyam ini sangat berkesan bagi saya karena latihannya membutuhkan fokus dan ketekunan, pelatihnya juga sangat menyenangkan saat membimbing saya, rasanya senang sekali menjadi juara, saya tidak menduga sebelumnya dapat mengharumkan nama sekolah, karena ini lomba FSL2N pertama yang saya ikuti,” ungkap Qiyya.

“Alhamdulillah, Qiyya bersemangat berlatih setiap hari saat ditunjuk mewakili sekolah dalam ajang FLS2N ini, selaku orang tua kami berharap Qiyya mempunyai banyak pengalaman belajar dalam berbagai ajang kompetisi, dan kelak dapat meraih cita-cita serta menjadi hafidzah Qur’an,” pungkas ibu nya.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?