Usamah Fun Learning with Market Day

Pagi yang cerah di hari Rabu, 16 oktober 2019 seluruh siswa yang berjumlah 107 anak dan guru kelas 3 SDIT Usamah sibuk menyulap halaman sekolah menjadi sebuah pasar kecil yang penuh kemeriahan. Para siswa menyiapkan barang dagangan di meja-meja stand kecil mereka dengan penuh antusias. Hari ini mereka sedang belajar menjadi pengusaha dalam sebuah variasi pembelajaran bernama Market Day.

Market Day merupakan salah satu cara belajar siswa setelah mereka mempelajari konsep kebutuhan manusia, jual beli dan alat tukar. Kemudian mereka belajar menjadi pedagang yang menyiapkan, menjual dan menghitung pendapatan dari hasil dagangan mereka. Ada berbagai macam jenis barang dagangan yang dijual seperti aneka minuman, makanan, jajanan ringan, kue, roti sampai aksesoris yang unik. Pembelinya adalah siswa dari kelas lainnya beserta guru dan staff SDIT Usamah.

Antusias acara Market Day ini juga tidak hanya hadir dari para siswa dan guru saja. Orangtua murid pun sangat antusias dan mendukung acara ini. “Terimakasih banyak kepada ustadz ustadzah yang merancang acara ini, pembelajaran ini tidak hanya menambah pengetahuan tentang konsep jual beli dan uang tapi membuat anak merasa bahagia mengikuti proses belajar yang menyenangkan.” Ungkap Bunda Aisha Dzakira.

Konsep Market Day ini memang sengaja dirancang sebagai bentuk variasi pembelajaran yang fun learning. Anak diajak memahami konsep materi dengan pembelajaran praktek secara langsung. Menurut penanggung jawab acara market day Bu Arnida Farahtika, S.Pd. “Siswa diajak ikut serta aktif dalam terlaksananya Market Day. Mereka belajar bukan hanya sekedar teori jual beli dan alat tukar, tetapi mereka lansung belajar menjadi penjual dan bertemu langsung dengan pembeli serta mempraktekan penggunaan alat tukar sebagai mana mestinya untuk memenuhi kebutuhan.”

Harapannya acara seperti ini dapat meningkatkan lagi antusias belajar anak. Karena dengan pembelajaran yang menyenangkan, siswa akan lebih antusias belajar memahami setiap ilmu yang akan mereka dapat tidak sekedar teori tetapi juga praktek. Sinergitas antara sekolah dan orangtua pun diharapkan agar terjalin sebuah pola pembelajaran yang terbaik untuk mendukung setiap potensi anak yang mampu berkembang baik sesuai fitrahnya. (AR)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Assalamu'alaikum. ada yang bisa kami bantu?